Minggu, 12 Januari 2014

Resensi Buku dan Film


TUGAS 7 & 8

RESENSI BUKU

Judul Buku : Bank dan Lembaga Keuangan Lain, Edisi 2
No. ISBN : 979-691-271-6
Penulis : Sigit Triandaru ; Toto Budiantosa
Penerbit : Salemba Empat

Jumlah halaman : 306 hlm
Jenis Cover : Soft Cover
Dimensi : 21 x 26 cm
Kategori : Ekonomi
Bonus : -
Text Bahasa : Indonesia
Harga : Rp 45,000

Bank dan Lembaga Keuangan Lain (BLKL) merupakan salah satu buku teks wajib yang digunakan secara luas oleh mahasiswa program S1 dan S2. Meskipun demikian, buku ini juga relevan untuk dibaca oleh praktisi maupun masyarakat umum yang berminat mempelajari lembaga keuangan.
Lembaga keuangan adalah sector yang sangat dinamis, sehingga sebagai salah satu literature utama di sector ini, BLKL juga harus selalu mengikuti dan menyesuaikan materinya dengan perkembangan terakhir. Perubahan dalam BLKL edisi 2 ini mencakup antara lain :
·         Penambahan bab baru mengenai Arsitektur Perbankan Indonesia yang sekaligus membahas 25 Basel Core Principles for Effective Baning Supervision.
·         Penyesuaian materi dengan perkembangan kegiatan dan regulasi terbaru.
·         Pembahsan yang lebih komprehensif dan sistematis.
Topik-topik yang dibahas meliputi :
Bagian 1 : Lembaga Keuangan dan Otoritas Moneter
Bab 1   Lembaga Keuangan
Bab 2   Arsitektur Perbankan Indonesia
Bab 3   Otoritas Moneter

Bagian 2 : Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat
Bab 4   Kesehatan dan Rahasia Bank
Bab 5   Perkembangan dan Jenis Bank
Bab6    Penghimpun dan Penyalur Dana
Bab 7   Kredit Bank
Bab 8   Kliring
Bab 9   Bank Umum Berdasar Prinsip Syariah

Bagian 3 : Lembaga Keuangan Bukan Bank
Bab 10 Asuransi
Bab 11 Leasing (Sewa Guna Usaha)
Bab 12 Pembiayaan Konsumen
Bab 13 Pegadaian
Bab 14 Anjak Piutang
Bab 15 Modal Ventura
Bab 16 Kartu Plastik
Bab 17 Dana Pensiun
Bab 18 Pasar Modal


RESENSI FILM

·         Judul Film : Tampan Tailor
·         Sutradara : Guntur Soeharjanto
·         Produser : Ody Mulya Hidayati
·         Penulis : Alim Sudio, Cassandra Massardi
·         Pemain : Vino G. Bastian, Jefan Nathanio, Marsha Timothy, Ringgo Agus Rahman, Lisye Herliman, Ratna Riantiarno, Epy Kusnandar, Astri Nurdin, Ferry Salim
·         Musik : Tya Subiakto Satrio
·         Cinematography : Enggar Budiono
·         Editing : Ryan Purwoko
·         Genre :Drama
·         Tanggal Rilis Perdana : 28 Maret 2013
·         Durasi : 104
·         Studio : Maxima Picture
·         Kota : Indonesia
·         Bahasa : Indonesia
Topan (Vino G. Bastian) yang berprofesi sebagai seorang penjahit, baru saja kehilangan istrinya, kehilangan tokonya dan nyaris kehilangan masa depan anaknya, Bintang (Jefan Nathanio), yang dikeluarkan dari sekolah karena tidak ada memiliki biaya. Namun Topan tidak pernah kehilangan harapan. Dengan bantuan sepupunya yang bernama Darman (Ringgo Agus Rakhman), Topan mulai menjajal segala pekerjaan untuk terus menyambung hidup. Mulai dari calo tiket kereta, kuli bangunan hingga pekerjaan yang berbahaya yaitu sebagai stuntman.

Semangat Topan yang luar biasa ini, akhirnya mencuri perhatian Prita (Marsha Timothy), gadis penjaga kios di samping stasiun kereta. Berkat bantuan Prita, akhirnya Topan mulai mendapat angin segar untuk kembali menekuni bakatnya yaitu sebagai penjahit jas. Film yang digarap oleh sutradara Guntur Soeharjanto ini terinspirasi dari kisah nyata dari seorang pembuat jas terkenal bernama Harry Palmer. Harry Palmer sebenarnya hanyalah nama populer. Sedangkan nama aslinya adalah Herry Sunandar. Karena banyak orang asing yang memanggilnya dengan 'Harry', maka nama itu dipakai sebagai nickname. Agar berbeda dengan Harry lainnya, dia pun menyematkan identitas tempat tinggalnya, Palmerah. Harry berkecimpung di dunia desain jas selama belasan tahun. Jas karyanya dilabeli 'Harry's Palmer'. Banyak artis yang mempercayakan pembuatan jasnya kepada Harry.
Usaha Harry sempat mengalami anjlok dan kemudian berhasil bangkit seperti sekarang. Kerja keras Harry itulah yang diambil oleh Guntur untuk diangkat ke layar lebar. Di film ini, dialog yang digunakan sangatlah bersifat keseharian namun memiliki makna yang dalam. Meskipun permasalahan yang dihadapi karakter Topan dan Bintang cukup sederhana, namun hal itu berhasil dikemas oleh Guntur sehingga menjadi sangat menyentuh. Dapat dipastikan penonton akan sering mengelus dada atau bahkan bergelinang air mata ketika melihat perjuangan dan cobaan yang dialami Topan dan Bintang.
Meskipun demikian, film ini tidaklah menjual kemiskinan ataupun keterpurukan hidup seseorang demi menimbulkan emosinya. Ada bumbu-bumbu romantisme dan tawa yang diselipkan di film Tampan Tailor melalui karakter Darman dan Prita. Ini adalah film pertama Vino dan Marsha ketika resmi menyandang predikat suami istri. Oleh sebab itu, tidak perlu diragukan lagi tentang kerjasama apik diantara keduanya yang berhasil berakting secara natural dan romantiis. Secara keseluruhan, film Tampan Tailor sangatlah menarik untuk disimak karena mengangkat kisah yang unik dan jarang diangkat ke layar lebar. Film ini menggambarkan betapa sulitnya seorang penjahit hidup di Ibu Kota. Tanpa menawarkan pesan yang berlebihan, film Tampan Tailor mencoba mengajak perhatian penoton untuk menyadari kalau keluarga adalah segalanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar