Selasa, 02 Desember 2014

TUGAS 2 (AUTOBIOGRAFI)

AUTOBIOGRAFI

Saya Aisa Anjani biasa dipanggil dengan sebutan Ica. Saya adalah anak perempuan dimana anak ke tiga dari tiga bersaudara yang lahir di kota Karawang, 7 Juni 1993.

Nama Aisa Anjani diberikan oleh orang tua saya yang memiliki arti sendiri yaitu Aisa, nama tersebut diambil dari nenek saya yang bernama Aisyah, sedangkan Anjani memiliki arti ketekunan juga ramah. Sehingga orang tua saya berkeingininan saya kelak menjadi sosok perempuan yang ramah terhadap semua orang dan tekun dalam segala hal dan hal tersebut sudah tertanam dalam diri saya sendiri. Dibalik arti tersebut, sebenarnya ketika ibu saya tengah mengandung saya, beliau sedang suka dengan segala hal yang berbau bollywood, maka bias dibilang anjani diambil dari bahasa bollywood.

Saya terlahir di keluarga sederhana. Bapak Nana Suryana dan Ibu Yuyu Yulianingsih adalah kedua orang tua saya. Ayah saya bekerja di BPJS yang dulu bernama ASKES sedangkan Ibu saya IRT. Saya memiliki dua orang kaka, dimana kakak pertama yaitu seorang perempuan yang bernama Yuana Herlisa, beliau telah berkeluarga yang bekerja di Bank BRI dan kakak kedua saya yaitu seorang laki-laki yang baru saja menikah dan bekerja di Bank Panin. Saya sendiri masih mengecap bangku kuliah di Universitas Gunadarma mengambil fakultas ekonomi jurusan akuntansi Saya sebagai anak bungsu masih tinggal bersama orang tua saya bertempat tinggal di salah satu daerah di Jawa Barat yaitu Kota Karawang tepatnya di Jl. Cisokan 2, No. 68 Perumnas adiarsa, Karawang.

Riwayat pendidikan. Saya memulai riwayat pendidikan saya pada tahun 1998 dimana saat itu saya baru mengikut sekolah dengan nenek saya, bisa di bilang anak bawang, saya sekolah selama satu tahun di kelas satu, tapi ketika kenaikan kelas saya tidak melanjutkannya ke kelas dua, saya memulai pendidikan baru di SDN Adiarsa Barat 3 pada tahun 1999 hingga 2005. Jadi saya tidak pernah mengecap sekolah taman kanak-kanak. Setelah itu saya melanjutkan sekolah ke tingkat SMP pada tahun 2005 hingga 2008 di SMPN 2 Karawang yang kemudian melanjutkan ke tingkat SMA pada tahun 2008 hingga 2011 di SMAN 1 Telukjambe dengan jurusan IPA dan kemudian mengambil jenjang ke perguruan tinggi pada tahun 2011 hingga saat ini di Universitas gunadarma mengambil jurusan S-1 Akuntansi. Selama sekolah dari awal SD hingga SMA saya sangat suka dengan pelajaran fisika dan matematika. Karena saya suka dengan sesuatu yang nyata layaknya perhitungan matematika yang tidak bisa dimanipulasi. Pelajaran yang tidak saya suka yaitu sejarah ataupun pelajaran social lainnya, karena saya tidak mampu dalam proses menghafal materi juga saya lemah dalam hal memberikan opini pada materi tersebut.

Prestasi yang pernah saya capai yang amat berharga bagi saya yaitu ketika saya masih duduk di bangku SMP tepatnya tahun 2008. Pada saat itu seorang guru meminta bagi seluruh kelas yang mendapat peringkat satu sampai tiga untuk berkumpul di satu kelas, salah satunya saya dan pada saat itu juga guru tersebut mengumumkan bahwa sekolah kami akan mengirimkan 10 orang murid yang berprestasi ke olimpiade sains se-Jawa Barat antar SMP di Kota Subang, maka dari itu guru meminta untuk mengerjakan beberapa soal dan menyaringnya menjadi 10 anak. Hingga keesokan harinya saya diumumkan masuk dalam 10 besar. Saya amat bangga dan terharu, karena atas prestasi saya tersebut saya mampu membahagiakan kedua orang tua. Membahagiakan orang tua tidak selalu harus dengan uang, namun dengan prestasi yang kita miliki hal tersebut sudah cukup bagi orang tua saya. Tak disangka pula saat saya menginjak bangku SMA hal tersebut menimpa diri saya lagi. Dimana saya dipilih untuk mewakili sekolah saya untuk mengikuti olimpiade sains se-Kabupaten Karawang antar SMA selama dua periode.

Sebenarnya saya sendiri bingung mengapa saya mengambil jurusan akuntansi, padahal saya tidak memiliki dasar akuntansi diamana saya lulusan dari IPA yang gemar akan hitungan, memang hal tersebut merupakan keinginan orang tua saya, tapi hal tersebut tidak mematahkan saya untuk patah semangat belajar, saya tetap bertekad agar bisa mengikuti pelajaran tersebut. Saya tidak akan mengecewakan orang tua saya. Bahkan suatu saat salah satu dosen yang mengajar saya berkata, “saya juga seorang yang lulusan IPA tapi sekarang menjadi dosen akuntansi, bagi kalian yang lulusan IPA jangan berkecil hati karena memang awalnya anak IPA akan tertinggal tapi untuk semester yang akan datang anak IPA lah yang akan unggul, buktikan kalau anak IPA juga bias” kata-kata tersebut hingga saat ini selalu saya pegang.

Saya memiliki cita-cita dari kecil menjadi seorang guru, terutama menjadi guru matematika, dengan hoby saya yang senang dengan pelajaran berhitung dan senang membagi ilmu kepada teman yang lain sehingga cita-cita tersebut muncul. Namun saat dimana saya tidak diterima di salah satu PTN di Indonesia khusus di bidang guru, maka saya tidak menyerah sampai disitu. Saya berharap kelak jika saya sudah lulus kuliah bisa menjadi seorang dosen, terutama menjadi dosen statistika.
Saya akan mendeskripsikan gambaran atas diri saya menggunakan analisis “kekepan” faktor internal yaitu (kekuatan dan kelemahan), sedangkan faktor ekternal yaitu (peluang dan ancaman). Kekuatan dalam diri saya yang pertama adalah saya seorang yang disiplin. Disiplin ilmu artinya saya sebagai mahasiswa bertanggung jawab untuk mengerjakan seluruh tugas yang diberikan oleh dosen dan disiplin waktu, selama saya menjadi mahasiswa saya tidak pernah telat, jika saya memiliki janji waktu dengan seseorang maka saya berusaha tidak akan telat. Kedua, saya rendah hati. Saya tidak suka dengan hal yang menyombongkan diri sendiri ataupun hal lain. Ada pepatah berkata “Manusia berasal dari tanah, makan hasil tanah, berdiri diatas tanah dan akan kembali ke tanah”. Untuk apa kita bersifat seperti langit, karena semua yang ada didunia hanyalah sesaat maka janganlah kamu menyombongkan diri akan hal duniawi.

Kelemahan dari diri saya yaitu pertama saya kurang percaya diri. Kalau ada tugas untuk presentasi sendiri, saya orangnya kurang percaya diri, bukan karena saya jelek ataupun bodoh tetapi karena saya merasa malu jika berada di depan banyak orang. Kedua, saya tidak mudah untuk beradaptasi dengan orang-orang yang baru dikenal. Bahkan saat saya mengikuti tes ujian PTN, dimana siswa dan siswi yang ikut tes saat itu banyak, saya tidak mencoba untuk berkenala satu sama lain dengan orang baru sehingga hal tersebut dapat melemahkan diri saya jika saya kurang informasi tidak bisa bertanya ke yang lain. Dan yang terakhir saya tidak cakap dalam berbica, biasa orang bilang cerewet. Pendiam namun tidak terlalu pendiam, antara pendiam dan cerewet saya ada di tengahnya.

Dari kekuatan saya bahwasanya saya disiplin maka hal tersebut dapat menjadi peluang saya dengan memudahkan saya dalam bekerja, saya tidak akan susah-susah beradaptasi dengan jam dunia kerja dimana harus bangun terlalu pagi kemudian berangkat sebelum jam masuk kerja. Kemudian, saya itu orang yang cepat mengerti, sehingga hal tersebut mampu menjadi peluang untuk saya saat di dunia kerja juga. Saya akan mudah mengerti dan cepat tanggap apa yang diinginkan oleh atasan.
Sedangkan ancaman bagi saya adalah akan hal kelemahan saya, maka saya tidak dapat bekerja di bidang broadcasting dimana pekerjaannya yang cakap dalam bidang berbicara, tidak cocok di tempatkan di bagian customer service dan tidak cocok menjadi salesgirl.

Saya berharap dapat menghilangkan kelemahan yang ada pada diri saya, karena sudah tidak saatnya lagi dalam dunia kerja tidak percaya diri. Bagaimana saya bisa meyakinkan atasan saya jika saya tidak bisa percaya pada diri saya sendiri. Baik dengan mengikuti kelas public speaking dan lain sebagainya.


Demikian biografi diri saya yang dapat saya deskripsikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar